Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juni 2016

no image

Inggris Keluar Dari Uni Eropa, Harga Emas Meroket Ke Level Tertinggi

Harga emas hari Jumat (24/06) mengalami peningkatan tajam dan meroket ke level tingginya selama dua tahun pada sesi perdagangan siang ini bersamaan dengan hasil referendum Brexit yang menunjukkan bahwa Inggris akan keluar dari Uni Eropa. Saat berita ini ditulis, XAU/USD berada di kisaran level harga 1,313 dolar AS.


Pada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas untuk pengiriman bulan Agustus mengalami kenaikan sebesar 4.43 persen persen menjadi 1.319 dolar AS per troy ons. Sedangkan perak futures untuk pengiriman bulan September naik dua persen ke 17.70 dolar AS per troy ons dan tembaga futures turun ke 2.104 dolar AS per pound, melandai sebesar 2.82 persen.
Pada sesi perdagangan kemarin, harga emas sempat melemah karena pelaku pasar berkspektasi bahwa kubu "Bremain" akan menang. Namun, pada sesi hari ini, harga emas sudah mengalami kenaikan sekitar delapan persen lebih dan kini berada di level tingginya sejak bulan Juli tahun 2014. Saat ini para investor lebih cenderung untuk memilih menjual seluruh aset berisiko tinggi dan mulai melarikan modal mereka ke aset lain seperti ke logam mulia emas.

 

Hasil Referendum Brexit

Rilis data resmi hasil referendum Brexit oleh Komisi Pemilihan Inggris mengarah pada keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Referendum tersebut menujukkan sekitar 52 persen suara (17,410,742) memilih untuk meninggalkan Uni Eropa dan sisanya yaitu 48 persen suara (17,410,742) memutuskan untuk tetap menjadi anggota Uni Eropa. Pada hasil referendum tersebut tercatat sebagian besar warga Skotlandia dan Irlandia utara memilih "Bremain", sedangkan pada masyarakat wilayah Wales mayoritas pemilih memutuskan "Brexit".
Sementara itu, BoE saat ini sedang memonitor perkembangan dan situasi lebih lanjut. Pihak BoE juga akan merencanakan serta bekerjasama dengan pihak kementerian keuangan Inggris serta otoritas lokal lainnya dan semua bank-bank di Inggris untuk mengambil langkah penting dalam rangka memenuhi tanggung jawabnya untuk menjaga stabilitas moneter serta kondisi keuangan.
Seperti yang sudah diketahui, logam mulia seperti emas akan dipandang sebagai aset safe haven selama terjadinya ketidakpastian dalam situasi politik dan keuangan. Kondisi tersebut membuat permintaan emas saat ini meningkat dan mendorong harga emas melambung.

sumber berita
no image

Harga Emas Flat, Investor Amati Langkah Inggris Selanjutnya

Harga emas hari Selasa pagi ini (28/06) di sesi perdagangan Asia masih berlanjut berada di level tinggi dengan investor yang masih mengamati proses politik di Inggris setelah Brexit. Proses tersebut bisa jadi akan menghabiskan waktu beberapa bulan untuk menuntaskan segala sesuatunya sebelum keputusan untuk keluar dari Uni Eropa diajukan. Saat berita ini ditulis, harga XAU/USD flat d level harga tinggi yaitu 1.319 dolar AS per troy ons.

Disamping itu, pada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas futures untuk pengiriman bulan Agustus turun tipis sebesar 0.08 persen ke 1,323 dolar AS per troy ons. Sedangkan perak futures untuk pengiriman bulan September mengalami penurunan sebesar 0.33 persen ke level harga 17.69 dolar AS per troy ons dan tembaga futures untuk pengiriman bulan September naik menjadi 2.132 dolar AS per pound, mengalami peningkatan harga sebesar 0.33 persen.
Pada perdagangan sesi hari Senin malam kemarin, harga emas ditutup dengan harga tinggi yakni tetap di kisaran level harga tertingginya dalam dua tahun seiring dengan para investor yang masih meminati aset safe haven ditengah tengah adanya keputusan mengejutkan Inggris yaitu keluarnya negara ini dari Uni Eropa pada hari Jumat pekan lalu.
Sejak awal tahun 2016, emas berada di level harga 1,075 dolar AS per ons dan kini logam mulia emas sudah mengalami kenaikan hampir 25 persen. Pada akhir bulan Juni 2016 ini emas msih berada pada level tingginya dalam satu semester pertama lebih dari satu dekade.

 

Pidato Perdana Menteri Inggris

Dalam pidatonya pada hari Senin kemarin, Perdana Menteri Inggris, David Cameron menegaskan bahwa hasil referendum Inggris bukanlah hasil yang diinginkan olehnya. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Inggris sudah membuat sebuah desain pelayanan sipil baru yang dirancang khusus dalam rangka penarikan negara Inggris dari Uni Eropa. Pada hari Selasa ini, David Cameron diperkirakan akan memberikan pidatonya pada agenda acara EU Summit di Brussels.
Disamping itu, adapun saham perbankan di Zona Euro saat ini masih melandai. Hal tersebut terjadi karena sebagian besar para investor berallih ke aset safe haven seperti Emas, surat obligasi beresiko rendah dan dolar AS. Kondisi ini membuat dolar AS reli lebih dari satu persen untuk mencapai level tingginya dalam tiga bulan.
Seperti yang sudah diketahui bahwa menguatnya dolar AS akan membuat emas cenderung lebih mahal bagi pembeli emas yang menggunakan mata uang asing lain.

sumber berita

Senin, 27 Juni 2016

no image

Bursa Eropa Rontok Kena Imbas Brexit

Hasil referendum Inggris memutuskan Inggris keluar dari Uni Eropa (UE) berdampak ke pasar global termasuk bursa saham Eropa menjelang akhir pekan ini. Saham bank pun tertekan di Eropa.

Mengutip laman Marketwatch, Jumat (24/6/2016), indeks saham stoxx europe turun 2,8 persen usai Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa. Kemudian indeks saham stoxx europe melemah 5,5 persen pada pembukaan perdagangan saham.

Indeks saham Inggris FTSE UK turun 7,7 persen ke level 5.849,41. Indeks saham Prancis CAC 40 merosot 11 persen. Indeks saham berjangka Jerman/DAX 30 melemah 9,8 persen.
Baca Juga
  • Imbas Brexit, Menkeu Waspadai Guncangan pada 3 Hal Ini
  • Apa Pengaruh Brexit pada Ekonomi Indonesia?
  • Inggris Keluar dari Uni Eropa, Pasar Global Bergejolak
Saham-saham bank pun berguguran pada awal pembukaan perdagangan di bursa Eropa pada Jumat pekan ini. Saham Lloyds Banking Group melemah 23,85 persen.

Sejumlah analis telah memprediksikan saham-saham bank mencatatkan penurunan terbesar. "Kami melihat sektor saham hadapi pukulan terbesar antara lain keuangan termasuk bank dan asuransi. Kemudian komoditas," ujar Mike van Dulken, Kepala Riset Accendo Markets, Mike van Dulken.

London sendiri merupakan salah satu kota keuangan terbesar di dunia. Dengan Inggris memutuskan meninggalkan Uni Eropa maka menimbulkan ketidakpastian di sektor bank.
"Pasar keuangan melihat keputusan Inggris keluar dari Uni Eropa merupakan kabar buruk bagi Inggris dalam waktu dekat," ujar Howard Archer, Ekonom IHS. (Ahm/Ndw)

sumber
no image

Jelang Referendum Inggris, Harga Emas Tertekan

Harga emas terjatuh pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Investor tak lagi memburu emas jelang jejak pendapat atau referendum Inggris atau British Exit (Brexit).
Mengutip Wall Street Journal, Rabu (22/6/2016) harga emas untuk kontrak Agustus yang merupakan kontrak yang paling aktif diperdagangkan berakhir turun 15 persen menjadi US$ 1.272,50 per troy ounce di New York Mercantile Exchange.
Para spekulan di pasar emas telah mendapat untung yang cukup. Oleh karena itu, mereka kembali menjual kepemilikan emas sehingga mendorong penurunan harga emas.
Baca Juga
  • Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 590 Ribu per Gram
  • Aksi Ambil Untung Bayangi Harga Emas
Sebelumnya, instrumen emas memang sempat menjadi buruan karena investor takut akan risiko ekonomi global dengan rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
Di awal Juni ini, harga emas sempat melonjak karena investor memburu aset-aset safe haven. Langkah tersebut dilakukan investor mendekati realisasi referendum Inggris apakah akan tetap berada di Uni Eropa atau memilih untuk keluar.
Banyak ekonom memperkirakan bahwa jika Inggris keluar dari Uni Eropa maka akan sangat berpengaruh kepada dunia. Negara tersebut juga sulit untuk bergerak jika keluar.
"Ketidakpastian masih ada. Tapi pasar mengambil langkah terlalu jauh sehingga tekanan kepada emas saat ini berkurang," jelas analis Commerzbank AG dalam catatan kepada nasabah.
Para spekulan di pasar emas telah mengambil posisi mereka sejak lama. Karena terlalu jauh saat ini mereka sudah mulai melepas kepemilikannya.


sumber berita
no image

Turun Rp 1.000, Emas Antam Dijual Rp 581 Ribu per Gram

Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Jumat (24/6/2016) ini turun Rp 1.000 per gram menjadi Rp 581 ribu per gram. Sedangkan sehari sebelumnya berada di level Rp 582 ribu per gram.
Demikian pula harga pembelian kembali (buyback) turun Rp 1.000 per gram menjadi Rp 527 ribu per gram. Itu artinya jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya Rp 527 ribu per gram.
Baca Juga
  • Harga Emas Antam Naik Rp 1.000 per Gram
  • Harga Emas Antam Turun Rp 4.000 per Gram
  • Harga Emas Antam Naik Rp 7 Ribu per Gram
Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kg akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu kepada harga buyback hari transaksi.
Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.27 WIB, seluruh stok emas Antam dengan berbagai ukuran masih tersedia.
Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram tercatat Rp 5.920.000 per batang atau Rp 592.000 per gram. Untuk ukuran 20 gram, tercatat Rp 11.445.000 per batang atau Rp 572.250 per gram.
Antam juga mengeluarkan emas batangan kemasan Natal dengan ukuran 2 gram dan 5 gram. Untuk ukuran 2 gram Antam menjualnya di harga Rp 1.147.000 sedangkan untuk 5 gram dijual di harga Rp 2.785.000.
Selain emas edisi Natal, Antam juga mengeluarkan emas edisi Idul Fitri. Untuk emas spesial ini, ukuran yang disediakan 1,2 dan 5 gram. Untuk ukuran 1 gram dijual di harga Rp 656.000, untuk ukuran 2 gram dijual Rp 1.197.000 dan untuk 5 gram dijual Rp 2.835.000.
Berikut daftar harga emas yang dijual Antam:
* Pecahan 1 gram Rp 581.000
* Pecahan 5 gram Rp 2.760.000
* Pecahan 10 gram Rp 5.470.000
* Pecahan 25 gram Rp 13.600.000
* Pecahan 50 gram Rp 27.150.000
* Pecahan 100 gram Rp 54.250.000
* Pecahan 250 gram Rp 135.500.000
* Pecahan 500 gram Rp 270.800.000.

 sumber berita